Bengkalis (SatuLensa.com) - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bengkalis, yang
diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono,
menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh Polres Bengkalis mengenai
hasil penangkapan dan pemusnahan barang bukti jenis sabu, di Mapolres
Bengkalis, pada hari Jumat, (4/10/2024).
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Bengkalis, AKBP
Setyo Bimo Anggoro, menjelaskan bahwa Tim Elang Malaka berhasil mengamankan
15,729 kg sabu dengan empat orang kurir yang memiliki peran dan tugas
masing-masing.
"Ini merupakan hasil kerja dari Tim Khusus Elang
Malaka, yang merupakan kolaborasi antara Sat Narkoba Polres Bengkalis dan
Personil Bea Cukai Bengkalis, yang berhasil mengungkap kasus ini dengan
menangkap tiga orang tersangka di Penyebrangan Sungai Labuh, Jalan Utama Gang
Labuh Desa Tameran," ungkap Kapolres Bengkalis.
"Selanjutnya, melalui pengembangan yang dilakukan tim,
satu tersangka tambahan berhasil ditangkap, sehingga total tersangka menjadi
empat orang. Selain sabu, kami juga mengamankan barang bukti lainnya seperti
handphone, mobil, motor, dan satu unit kapal," tambah AKBP Setyo Bimo
Anggoro.
Dari hasil penyelidikan awal, Kapolres Bengkalis menyatakan
bahwa para tersangka merupakan bagian dari jaringan internasional yang terputus
antara pengirim dan penerima. Jaringan ini diketahui telah melakukan pengiriman
narkoba sebanyak 37 kali dengan total 114 kg.
"Untuk tindakan para tersangka, kami akan menerapkan
hukuman dengan ancaman maksimal pidana mati," tutup Kapolres Bengkalis.
Selain itu, dalam konferensi pers tersebut, AKBP Setyo Bimo
Anggoro bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono,
Dandim 0303 Bengkalis, Letkol Arh Irvan Nurdin, serta perwakilan dari Bea
Cukai, Kejaksaan, dan Danposal Bengkalis, melakukan pemusnahan terhadap barang
bukti sebanyak 1,163 kg sabu yang merupakan hasil penangkapan pada 31 Agustus
2024 lalu, dengan satu tersangka di Desa Muntai
Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan cara mencairkan
barang tersebut menggunakan air yang dicampur dengan cairan pembersih toilet.
Setelah itu, proses dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pemusnahan.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis,
melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono,
memberikan penghargaan kepada Polres Bengkalis atas keberhasilan mereka dalam
menggagalkan peredaran sabu dan melakukan pemusnahan barang bukti.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami sangat
menghargai Polres Bengkalis atas pengungkapan kasus narkoba ini, mengingat
narkoba merupakan masalah serius yang harus kita tangani secara
menyeluruh," ungkap Andris Wasono. Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten
Bengkalis berkomitmen untuk terus mendukung Forkopimda dan semua pihak dalam
upaya pencegahan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bengkalis.