Rapat Pra Musrenbang RKPD 2026 Dipimpin Langsung oleh Bupati Kampar

 

Bangkinang Kota (SatuLensa.com) - Rapat Pra Musrenbang RKPD Kabupaten Kampar dipimpin oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos, MT di Aula Muara Takus Bappeda Kampar pada hari Selasa, 18 Maret 2025. Dalam kesempatan ini, Bupati didampingi oleh Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti, S.Ag, M.Si dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar H. Hambali, SE, MBA, MH. Bupati Kampar mengingatkan kepada seluruh Kepala OPD agar dalam penyusunan RKPD tahun 2026, mereka berpedoman pada pencapaian visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati, dengan penekanan pada sektor-sektor yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, seperti Pendidikan, Infrastruktur, Kesehatan, Pertanian, dan Pertumbuhan Ekonomi.

 

Ahmad Yuzar menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prinsip-prinsip yang berlaku, agar seluruh dokumen perencanaan hingga pengesahan APBD mengikuti Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 86 tahun 2017 mengenai tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah.

 

Lebih lanjut, Ahmad Yuzar memaparkan program unggulan Pemerintah Kabupaten Kampar, yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas, pemerataan layanan kesehatan, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja. Selain itu, program lain yang diusulkan adalah peningkatan daya saing produk daerah dengan mengembangkan sektor UMKM, industri kreatif, serta hilirisasi produk pertanian dan perkebunan.

 

Pra Musrenbang ini memiliki peranan yang sangat penting dalam memastikan bahwa proses perencanaan pembangunan daerah berlangsung dengan baik, terstruktur, dan sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kampar, yaitu "mewujudkan Kabupaten Kampar yang maju, agamis, berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera pada tahun 2030," ungkap Ahmad Yuzar.

 

Di sisi lain, Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, juga mengharapkan agar anak-anak di Kampar memperoleh pendidikan yang berkualitas, sehingga mereka dapat menjadi sumber daya manusia yang kompetitif di masa depan.

 

Ia menambahkan bahwa program-program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan perempuan, antara lain, bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan di berbagai bidang guna menciptakan kesetaraan dan mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

 

Selain itu, perlu dioptimalkan kinerja aparatur pemerintah dengan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berbasis digital. Pembangunan keagamaan juga perlu ditingkatkan melalui dukungan terhadap lembaga keagamaan, penguatan karakter islami, serta promosi toleransi dan kerukunan antar umat beragama. (Mar**/Adv)

Lebih baru Lebih lama